fbpx
28.9 C
Jakarta
Language switcher

Exhibition

Project 7 ½, pameran "Tale of Two Cities", Karya Irwan & Tita A

Dunia Bawah Sadar “Grotesk”

Garis-garisnya spontan nan ekspresif. Tidak ada keraguan dalam setiap tarikannya, membaur dan seringkali menghantam objek-objek abstrak. Warna-warnanya pun tampak sembrono, dari pastel hingga bauran warna-warna dingin. Semuanya dicampurkan ke dalam satu bidang kanvas, menghasilkan komposisi warna yang kacau. Sementara figur utama yang buruk rupa, kokoh bertengger di tengah bidang kanvas. Inilah “Grotesk” dari Natisa...

Wedhar Riyadi Hari Ini

Wedhar Riyadi muncul dengan karya-karya baru. Tidak lagi menggarap objek-objek budaya pop, tapi tulang. Tema kekerasan masih ia pertahankan. Lompatannya terbilang ekstrem. Wedhar Riyadi muncul dengan karya-karya barunya di Ardnt Gallery, Berlin, Jerman. Riyadi bukan Riyadi yang dahulu dengan karya-karya budaya pop yang menghadirkan—lebih tepat membenturkan—budaya lokal dan global. Karya-karya Riyadi di masa...

Menjelajahi Perpanjangan Tubuh Nirwan Dewanto

Lewat arsip pribadi yang ditulis dalam rentang 30 tahun, sisi personal Nirwan Dewanto yang jarang tersentuh kini terangkat ke permukaan. “Ia ingat. Ia ingat akan sehimpun gambar itu. Atau, jika ia tidak mengingat-ingat, gambar-gambar itulah yang selalu datang kembali padanya. Sekian gambar dari masa kecilnya. Paling tidak satu gambar kecil, tapi yang satu ini selalu...

Mengimajinasikan Semangat Hidup Tjahjadi Hartono

Hartono sebelumnya adalah wiraswastawan di bidang periklanan dan sudah menelan asam garam di bidang fotografi. Melukis adalah terapinya untuk mengalihkan diri dari penyakit. Tubuh yang dihuni berbagai penyakit bukanlah halangan bagi Tjahjadi Hartono untuk mengaktualisasikan diri di ranah seni. Malah, keinginannya untuk hidup sehat dan berkarya menjadi semakin besar manakala bertolak dari Jakarta menuju Ubud,...

Berjiwa di Kota Tua

Dinding putih di salah satu sudut Museum Sejarah Jakarta memproyeksikan seorang perempuan berambut panjang menyapu lantai dengan gerak yang monoton. Dia mengumpulkan pasir-pasir yang memenuhi ruangan kemudian menumpuknya. Terkesan hanya kegiatan iseng belaka? Tapi coba Anda mendekat kemudian sadari kalau pasir yang disapunya ternyata susunan motif keramik yang menimpa pola yang sudah ada di...