fbpx

kolom

Banten dan Perebutan Klaim Ruang Publik

banten biennale
Topologi ruang yang ditawarkan secara monumental oleh bangunan ini belum menjadi bagian penting untuk direspons bersama dalam penyajian karya. Narasi sejarah tradisional dan sejarah klasik sangat ditentukan oleh ingatan tentang sosok kepahlawanan. Bahkan identitas nasional yang kini dihidupi dan dimaknai oleh rakyat berangkat dari model historis, sosial, dan budaya. Dalam proses “pembentukan narasi menyejarah” tersebut...

Isu Ekologi dalam Praktik Seni Rupa di Bali

Penolakan publik terhadap reklamasi Teluk Benoa mendorong cukup banyak seniman terlibat dalam gerakan demonstrasi. NobodyCorp (Alit Ambara) menjadi salah satu seniman visual yang menyuplai desain-desain poster pergerakan secara berkala. Kemunculan karya-karya maupun proyek seni yang berkaitan dengan isu ekologi tidak terlepas dari realitas yang berlangsung dalam masyarakat di mana seniman berada. Melalui praktik keseniannya, seniman...

Performativitas Pengetahuan tentang Kota

Melalui seni jalanan, seni perjalanan, dan seni berjalan-jalan, kita dapat melihat bagaimana pendekatan estetik merespons isu di ruang perkotaan.   Dari tembok jalanan biasanya kita dapat mencermati kontestasi berbagai ideologi dan kepentingan yang berebut ruang publik dalam sebuah kota. Ketika seniman jalanan (street artist) membuat mural dan graffiti atau menempel poster dan stiker di tembok-tembok jalanan,...

Lemak Hewan Penghasil Visual

"Tidak Ada Tempat Untuk Ruang", karya Riski Januar, gelatin, ink, acrylic on Canson Paper, 2017
Bermula dari kejenuhan dalam penggunaan printer dan kamera digital, membuat saya berpikir untuk menjadi seorang John Frederick William Herschel. Fantasi mengantar saya bertukar zaman dengan zamannya sehingga saya fokus mempelajari teknik cetak tua seperti Anthotype dan Gum Dichromate. Keterbatasan dan kekurangan adalah emulsi untuk melahirkan kreativitas. Hal tersebut mengantar saya bereksperimen menggunakan gelatin. Gelatin Print...

“Torang Nyanda Dihargai di Sini….”

Mungkin dia dapat mewakili seniman Manado. Beroleh kasunyatan untuk terus melukis meskipun hasilnya hanya berupa objek artistik yang berpotensi menjadi karya seni lukis di studionya sendiri. Saya mengenal Johanis Saul untuk pertama kalinya pada sekitar 2005 ketika ia studi di Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Mengenal perupa dan dosen seni rupa di Universitas Negeri Manado itu...