Figur Seram Lukisan Nyoman Sukari

0
480
I Nyoman Sukari, Misteri Alam Gaib
I Nyoman Sukari, MISTERI ALAM GAIB, 151x201 cm, oil on canvas, 2000. (Dok. keluarga Sukari)

Bulan Mei delapan tahun lalu, jagad seni rupa Indonesia ditinggalkan seniman berbakat yang lihai menyapukan goresan kuat di atas kanvas. Dialah I Nyoman Sukari, seniman yang mencuat namanya saat demam abstrak ekspresionisme Bali muncul di tahun 90-an.

Sukari merupakan salah satu anggota Spirit 90, kelompok mahasiswa seni rupa ISI Yogyakarta angkatan 1990 yang terbilang fenomenal. Kelompok ini mampu menjual habis seluruh karya pada malam pembukaan pameran tahun 1994 di Purna Budaya Yogyakarta. Sesuatu yang jarang terjadi dalam pameran mahasiswa.

Baca juga Berteguh Iman pada Tebaran Daun

Konsep Sukari saat itu adalah : Kubiarkan imajinasiku liar! Jika apa yang kuhayati masuk ke dalam alam bawah sadar sehingga terjadi interaksi “Pertanda proses kreatif layak dimulai”.

Sukari merupakan seniman yang dikenal lewat lukisan-lukisan figuratif bertemakan alam mistis Bali. Sapuan ekspresifnya begitu menghidupkan figur-figur menyeramkan, seperti barong, leak, ataupun rangda.

I Nyoman Sukari, Berburu
I Nyoman Sukari, BERBURU, 145×200 cm, Oil on canvas, 2003. (Dok. keluarga Sukari)

Kegemarannya menggunakan cat minyak berwarna gelap untuk menciptakan suasana “mencekam” dan mengandung unsur magis. Salah satunya terlihat di karya Pemburu Alam Gaib (2003), menampilkan sosok pemburu hitam yang menyasar sebuah tombak pada mangsanya. Melihat karyanya mampu menimbulkan rasa ngeri, namun sekaligus kagum atas kuatnya brush stroke Sukari ketika menghadirkan sosok mistis menyeramkan tersebut.

Selama perjalanan berkeseniannya, Sukari cenderung lebih suka tampil berkelompok dibanding secara solo. Ia menjadi motor penggerak di berbagai komunitas, seperti Spirit 90, Sanggar Dewata Indonesia, dan Komunitas Lempuyang.

Baca juga Putu Sutawijaya dan Spektrum Spiritual Karyanya

Pameran tunggal yang pernah dilakukannya hanyalah “Truth & Tradition” pada 2002, di Gajah Gallery, Singapura. Di pameran tersebut, tampak eksplorasi Sukari yang beda dari biasanya. Jauh dari sosok menyeramkan, ia menampilkan figur-figur perempuan yang terkesan lembut dan ayu.

I Nyoman Sukari.
I Nyoman Sukari. (Dok. keluarga Sukari)

Nyoman Sukari

Lahir: Ngis, Karangasem, Bali, 6 Juli 1968.

Wafat: Denpasar, 12 Mei 2010.

Pendidikan:

1987-1990 Sekolah Menengah Seni Rupa Denpasar, Bali

1990-1996 Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia/ISI Yogyakarta

Baca juga Karya Monumental hingga Refleksi Sinis Pande Ketut Taman

Milestone

1994 Menjadi salah satu seniman yang terlibat dalam pameran Spirit ‘90 di tahun 1994. Pameran yang dihadiri kolektor Oei Hong Djien dan Bos McDonalds (saat itu) Bambang Rachmadi, berhasil menjual ludes seluruh karya. Di tahun yang sama, Sukari juga menerima penghargaan karya terbaik di Pratisara Affandi Adhi Karya.

2002 Kesempatan pertama (dan terakhir) bagi Sukari untuk pameran tunggal. Bukan di Indonesia, melainkan Gajah Gallery Singapura, milik Jasdeep Sandhu.

Pameran Penting

  1. Festival Mahasiswa Seni se-Indonesia, Purna Budaya, Yogyakarta, 1992
  2. Pameran Spirit ’90, Purna Budaya, Yogyakarta, 1994
  3. Pameran tunggal “Truth & Tradition”, Gajah Gallery Singapura, 2002

Penghargaan

  • Sketsa Terbaik, SMSR Denpasar, 1989.
  • Sketsa dan lukis terbaik ISI Yogyakarta, 1990.
  • Sketsa, Lukis Cat Air, Cat Minyak Terbaik, ISI Yogyakarta, 1992.
  • Penghargaan dari MENPORA, 1992.
  • Karya Lukis Terbaik Dies Natalis ISI Yogyakarta, 1993.
  • Karya Terbaik Pratisara Affandi Adhi Karya, 1994.
  • Penghargaan Sanggar Dewata Indonesia Lempad Prize, 2000.

Karya Penting

  • The Singer Not the Song (1995)
  • Raja Merah (2000)
  • Barongsae (2001)
  • Berburu (2003)
  • Pemburu (2003)
  • Pemburu Alam Gaib (2003)
  • Wajah Demokrasi (2008)
  • Mantan Pemburu (2009)

Baca juga Enam Windu Sanggar Dewata Indonesia

Kolektor

  • Oei Hong Djien
  • Rahadi Saptata Abra
  • Lin Che Wei
  • Budi Cekong
  • Sunaryo Sampoerna
  • Ridwan Muljosudarmo
  • Nasirun
  • Tjong Yen
  • Agung Tobing

Perupa yang dikagumi

  • Vincent van Gogh
  • Pablo Picasso