Menteri Kebudayaan Singapura Kagumi Koleksi OHD Museum

0
499
Menteri Singapura, Grace Fu, Oei Hong Djien, OHD
Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura Grace Fu (tengah, baju putih), Oei Hong Djien (ke-3 dari kiri), CEO Sarasvati Art Communication and Publication Lin Che Wei, (ke-2 dari kiri), pelukis Chinese painting Sidik W. Martowidjojo (ke-2 dari kanan), dan Kepala Singapore Art Museum Edmun Cheng (paling kanan) di kediaman Oei Hong Djien di Magelang. (Foto: Denis)

Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura Grace Fu mengunjungi pameran “Celebrating Indonesian Portraiture” di OHD Museum, Magelang, Minggu, 6 Mei 2018.

Kehadiran Fu diterima pemilik OHD Museum Oei Hong Djien yang langsung memandu, menjelaskan latar belakang karya demi karya yang dipamerkan. Oei  Hong Djien adalah kolektor karya para maestro seni Indonesia, seperti Affandi, Hendra Gunawan, Trubus, dan Soedjojono.

Kunjungan ini merupakan bagian dari tiga hari kunjungan Grace Fu dan rombongan yang terdiri dari perwakilan National Arts Council Singapore dan Singapore Art Museum ke perhelatan tahunan Jogja Art Weeks di Yogyakarta.

Menteri Singapura, Grace Fu, Oei Hong Djien, OHD
Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura Grace Fu bersama pemilik OHD Museum, Oei Hong Djien. (Foto: Lin Che Wei)

Grace Fu sempat mengungkapkan kekagumannya pada koleksi Oei Hong Djien, pemilik OHD Museum.

“Di Singapura ada banyak pelukis, seniman, dan maestro. Kami juga punya museum seni pribadi, tapi tidak banyak dan tidak seperti museum milik dokter Oei yang menyimpan koleksi pribadinya. Tempat ini menarik,” ujar Fu.

Baca juga Biennialisasi Indonesia

Sehari sebelumnya, dua kolektor asal Malaysia, Dato’ Noor Azman Mohd Nurdin dan Pakhruddin Sulaiman, serta kolektor Singapura yang sekaligus anggota dewan Singapore Art Museum, Kenneth Choe juga mengunjungi OHD Museum. Ketiganya termasuk ke dalam Asia Top 100 Collectors.

oei hong djien, OHD, noor azman, malaysia, kolektor
Oei Hong Djien dan kolektor asal Malaysia Dato’ Noor Azman Mohd Nurdin di depan salah satu koleksi Hong Djien, lukisan “Changing Patterns of Legong Dancers” karya Nyoman Gunarsa. (Foto: Silvia Galikano)

Jogja Art Weeks yang digelar pada 10 April hingga 10 Juni 2018 menyuguhkan puluhan pameran dan perhelatan seni yang tersebar di berbagai wilayah di Yogyakarta. Salah satu yang besar gaungnya adalah ArtJog yang merupakan art fair tahunan terbesar di Yogyakarta, dibuka Kepala Bekraf Triawan Munaf, 4 Mei 2018.

Baca juga Cermin-cermin Puri Fidhini

Acara ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat seni untuk berelasi, menjalin kerjasama kebudayaan, bahkan memburu koleksi terbaru.penutup_small