25.7 C
Jakarta

Exhibition

Berpameran Bersama dan Saling Mengomentari

Konsep pameran yang unik dilakukan Chabib Duta Hapsoro. Ia meminta seniman-seniman yang berpameran bersama untuk saling mengomentari karya masing-masing secara berurutan. Keresahan situasi proses kreatif seniman Bandung menjadi titik berangkat Chabib Duta Hapsoro selaku kurator. Ia beranjak dari situasi yang ia sebut “begini-begini saja” mengenai cuaca kreatif seniman Bandung. Ia melihat grafik menyurutnya pameran, meredupnya diskusi...

F. Widayanto Menjangkau Pasar Lewat Sosok Drupadi

Setelah 30 tahun berkarya dan bereksperimen mengasah teknik, F Widayanto akhirnya berhasil menampilkan karya patung keramik yang lebih luwes, gemulai, dan tampak lebih hidup. Mimik wajah gadis berambut panjang itu terlihat sendu. Seakan mencoba meredam rasa sedih, perih, sekaligus amarahnya. Begitulah ekspresi 30 patung keramik Drupadi karya F Widayanto yang ditampilkan di Galeri Nasional Jakarta,...

Seni Rupa Pesisir yang Terlupakan

Sekian abad lalu, kawasan pesisir Tuban menjadi pusat persilangan budaya. Sayangnya, peleburan budaya secara perlahan meruntuhkan semangat ‘kepesisiran’ para senimannya. Tak ada lagi yang tersisa. Seorang pria dengan perut  buncit, duduk di atas sebongkah batu. Lucunya, pria tanpa nama itu menggunakan atasan  super ketat mirip kostum superhero Spiderman dipadupadankan dengan kain sarung. Pria itu tak lain...

Gede Mahendra Yasa: Jenuh Terus Mengekor

Ia berdiri di area abu-abu. Antara seni rupa kontemporer dan tradisional. Kini, ia mencoba menjembataninya. Lahir di pulau dewata Bali, tak berarti karya-karya lukis Gede Mahendra Yasa kental citra rasa “seni lukis Bali” yang penuh naratif, tahapan/lapisan, dan detail yang rumit. Karya-karyanya justu sangat kontemporer dengan teknik realis yang mengedepankan pemikiran dan konsep. Namun...

5 yang Terbaik dari Pameran Tunggal Anton Afganial “The World Around Me”

Ada 11 karya yang ditampilkan Anton Afganial dalam pameran tunggal perdananya di Bentara Budaya Yogyakarta bertajuk “The World Around Me” (5 – 13 Desember 2017) (Foto: Riski Januar)
Ada 11 karya yang ditampilkan Anton Afganial dalam pameran tunggal perdananya di Bentara Budaya Yogyakarta bertajuk “The World Around Me” (5 – 13 Desember 2017), yang dibuka oleh dr. Edi Sunaryo. Melihat karya Anton, kita akan menghadapi ornamen tak beraturan, warna-warna yang bergerak liar menjarah seisi bidang kanvas. Garis-garis hitam muncul hampir di semua lukisan...