kolom

“Torang Nyanda Dihargai di Sini….”

Mungkin dia dapat mewakili seniman Manado. Beroleh kasunyatan untuk terus melukis meskipun hasilnya hanya berupa objek artistik yang berpotensi menjadi karya seni lukis di studionya sendiri. Saya mengenal Johanis Saul untuk pertama kalinya pada sekitar 2005 ketika ia studi di Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Mengenal perupa dan dosen seni rupa di Universitas Negeri Manado itu...

Lemak Hewan Penghasil Visual

"Tidak Ada Tempat Untuk Ruang", karya Riski Januar, gelatin, ink, acrylic on Canson Paper, 2017
Bermula dari kejenuhan dalam penggunaan printer dan kamera digital, membuat saya berpikir untuk menjadi seorang John Frederick William Herschel. Fantasi mengantar saya bertukar zaman dengan zamannya sehingga saya fokus mempelajari teknik cetak tua seperti Anthotype dan Gum Dichromate. Keterbatasan dan kekurangan adalah emulsi untuk melahirkan kreativitas. Hal tersebut mengantar saya bereksperimen menggunakan gelatin. Gelatin Print...

Arsip-Tutur Jagad Perupa

Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebut “Arsip adalah dokumen tertulis yang mempunyai nilai historis, sehingga perlu disimpan dan dipelihara di tempat khusus untuk referensi”. Ini sepaham dengan Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer yang menyebut bahwa arsip adalah “Simpanan surat-surat penting untuk referensi”. Kata “arsip” bermula dari bahasa Belanda, archief (bahasa Inggris, archive), yang berakar dari kata archium...

Isu Ekologi dalam Praktik Seni Rupa di Bali

Penolakan publik terhadap reklamasi Teluk Benoa mendorong cukup banyak seniman terlibat dalam gerakan demonstrasi. NobodyCorp (Alit Ambara) menjadi salah satu seniman visual yang menyuplai desain-desain poster pergerakan secara berkala. Kemunculan karya-karya maupun proyek seni yang berkaitan dengan isu ekologi tidak terlepas dari realitas yang berlangsung dalam masyarakat di mana seniman berada. Melalui praktik keseniannya, seniman...

Sementara Kita Sibuk dengan Rencana-Rencana

Octo Cornelius datang kepada saya dengan frasa “random life”. Kami lalu membicarakannya sambil minum kopi di bawah remang lampu kedai yang menempel toko buku itu. Frasa yang dia bawa itu demikian mengusiknya, sehingga Octo merasa mesti mewujudkannya menjadi karya, menjadi pameran. Gagasan itu begitu mengganjalnya, sehingga Octo merasa perlu mengobrolkannya—dengan saya. Sejak percakapan berbulan-bulan...

Sosial Media

4,747PengikutMengikuti
1,170PengikutMengikuti