kolom

Lanskap Jiwa Nasjah Djamin

nasjah djamin
Ciri utama karya-karya lukisan Nasjah Djamin adalah sunyi. Secara sederhana, lukisan-lukisan Nasjah dapat dikelompokkan dalam dua tema utama. Pertama, tema potret, termasuk di dalamnya potret diri, potret sahabatnya, dan orang-orang yang dikenal dengan baik. Lukisan potret itu sebagian besar merekam sosok tunggal, laki-laki maupun perempuan, dan sebagian lainnya potret kerumunan. Para pelukis pada zamannya, sebutlah...

Sinyal yang Hadir Sesekali

Seni media mulai dipraktikkan di Surabaya sejak dua dasawarsa yang lalu. Meski tidak pernah menjadi populer, pelaku-pelakunya terus melakukan regenerasi.   Pada pameran arsip 50 Tahun IFI Surabaya pada Agustus 2017, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Benny Wicaksono, sang kurator pameran, menggelar arsip-arsip potongan sejarah perkembangan seni media di Surabaya pada sebuah dinding. Beberapa arsip...

Sementara Kita Sibuk dengan Rencana-Rencana

Octo Cornelius datang kepada saya dengan frasa “random life”. Kami lalu membicarakannya sambil minum kopi di bawah remang lampu kedai yang menempel toko buku itu. Frasa yang dia bawa itu demikian mengusiknya, sehingga Octo merasa mesti mewujudkannya menjadi karya, menjadi pameran. Gagasan itu begitu mengganjalnya, sehingga Octo merasa perlu mengobrolkannya—dengan saya. Sejak percakapan berbulan-bulan...

Performativitas Pengetahuan tentang Kota

Melalui seni jalanan, seni perjalanan, dan seni berjalan-jalan, kita dapat melihat bagaimana pendekatan estetik merespons isu di ruang perkotaan.   Dari tembok jalanan biasanya kita dapat mencermati kontestasi berbagai ideologi dan kepentingan yang berebut ruang publik dalam sebuah kota. Ketika seniman jalanan (street artist) membuat mural dan graffiti atau menempel poster dan stiker di tembok-tembok jalanan,...

Dua Abad Politik Seni di Indonesia

Pada lukisan mereka tidak ada jejak kusam, kumal, dan lusuh. Kekusaman dihindari sebab dapat mengikis tujuan tenang dan lengang yang hendak disuguhkan. Sebermula adalah politik juga kekuasaan, hingga terdengar suara non-kolonial dalam didikan kolonial bernama Raden Saleh. Mendengarkannya berarti juga siap terombang-ambing di antara dua tegangan budaya, konteks, maupun politik. Pilihannya tak segera bisa menepi...