fbpx
26.9 C
Jakarta

Profile

Profile

Momen Puitik Kanvas Abstrak Andi Suandi

Kanvas-kanvas warna dominan hitam dan putih terpajang rapi di ruang Cemara 6 Galeri berwarna putih. Lukisan-lukisan abstrak  warna putih  terpampang di sebelah kiri, sementara lukisan warna hitam dipajang di seblah kanan. Lukisan warna hitam tidak menampilkan satu pun objek kecuali garis-garis kontras warna merah atau putih. Warna hitam dan putih tidak membentuk sebuah objek tertentu...

Sebuah Akhir bagi Figur-figur Yogie Achmad Ginanjar

Profil Seniman, Yogie Achmad Ginanjar, Seniman Bandung, Seniman Kontemporer
Yogie Achmad Ginanjar menjadi bintang di Sovereign Asian Art Prize 2017. Karyanya yang berjudul Absorption 7 menyabet penghargaan Public Vote Prize di ajang tersebut. Lukisan itu menampilkan sosok seorang punk rocker tampak belakang yang sedang mengamati masjid dengan gestur yang santai, seperti sedang mengamati dan mempelajarinya dengan tenang. Tapi tak akan ada lagi karya Yogie...

Getih Getah Joko Avianto di Asian Games

Belakangan, nama Joko Avianto santer diberitakan terkait karya instalasi bambu "Getih Getah" yang dibuatnya dalam rangka hari kemerdekaan dan Asian Games. Instalasi tersebut disusun dari 1.500 bambu, 73 diantaranya menjadi penopang yang menyimbolkan 73 tahun perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain apresiasi, karya ini ternyata juga menuai kontroversi di media sosial dari segi estetis maupun...

Hauritsa dan Ruang Pamer dalam Media Sosial

Berbagi dalam seni rupa agak jarang dilakukan. Kehadiran media sosial saat ini bisa jadi memudahkan namun dengan banyak resiko termasuk plagiarisme. Tidak banyak seniman yang mempublikasikan karya-karyanya di media sosial. Namun, perlu diakui bahwa media tersebut merupakan sebuah media baru untuk memamerkan karya-karya seni. Hal ini yang dilakukan oleh Hauritsa, seorang seniman kelahiran tahun 1977...

Ini yang Menjadi Penjelasan Kenapa Kazuo Ishiguro Memenangkan Nobel Sastra 2017

Setelah tahun lalu publik dicengangkan dengan didaulatnya Bob Dylan sebagai pemenang Nobel Sastra 2016, tahun ini bisa jadi penikmat literasi lebih berdamai dengan terpilihnya Kazuo Ishiguro sebagai penerima Nobel Sastra 2017. Kazuo Ishiguro mengalahkan kandidat-kandidat "berat" lainnya seperti Ngugi wa Thiong'o penulis asal Kenya yang menelurkan buku pertamanya Weep Not, Child tahun 1964 yang berkisah...