A Cup of Java Melintas Benua

0
453
roadmap, kopi, cappuccino
Cappuccino. (Foto: Silvia Galikano)

Kopi mulai dikenal di Indonesia setelah Walikota Amsterdam Nicholaas Witsen (menjabat 1682 – 1706) memerintahkan komandan pasukan Belanda di Pantai Malabar, Adrian van Ommen, untuk membawa biji kopi ke Batavia, pada 1696. Kopi yang kemudian ditanam di Batavia itu menyebar ke Priangan, hingga ke banyak wilayah di Indonesia.

Budidaya tanaman kopi akhirnya membuahkan hasil. Kopi produksi Indonesia menguasai pasar kopi dunia yang saat itu dikuasai Yaman. Hal ini membuat kopi dari Jawa diperhitungkan dunia. Demikan disukainya kopi dari Jawa di pasar dunia, hingga lahir istilah a cup of java untuk menyebut secangkir kopi.

Baca juga Jalan Leluhur Rumah Kopi Semarang

Kopi segera menjadi komoditas dagang utama VOC. Gubernur Jenderal Joan van Hoorn (menjabat 1704 – 1709) pun memerintahkan penanaman paksa biji kopi di Batavia, Cirebon, Priangan, serta wilayah-wilayah di sepanjang pesisir Pulau Jawa.

Bahkan kemudian Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (menjabat 1808-1811) membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan untuk memudahkan pengiriman kopi dari timur ke barat, yakni Pelabuhan Sunda Kelapa di Batavia. Dari sana, kopi dikapalkan dan menjemput takdir barunya di Eropa. penutup_small

kopi, infografis