Evolusi Gelombang Budaya Kopi

0
622
Selain desain nyaman dan kekinian, kini berbagai kedai kopi juga menawarkan pengetahuan tentang asal usul kopi.

Sejarah kopi di Indonesia mencatat, benih kopi arabika pertama ditanam di pulau Jawa oleh Belanda pada 1696. Lima belas tahun setelahnya empat kuintal kopi dikirim ke Amsterdam oleh Bupati Cianjur Aria Wira Tanu dan memecahkan rekor harga lelang kopi. Harga kopi Jawa (Java Coffee) melesat dan pamornya menggeser kopi Mocha dari Yaman yang lebih dulu menguasai pasar. Mahalnya harga kopi pada saat itu menyebabkan kopi hanya dikonsumsi oleh kaum elit. Sedangkan masyarakat luas mulai menjangkaunya di akhir abad 18 ketika harga kopi jatuh.

Baca juga Yang Mana Karakter Kopimu?

Dari waktu ke waktu, budaya meminum kopi telah mengalami evolusi yang mempengaruhi perilaku penikmat kopi, kopi yang beredar di pasaran, hingga kemunculan kedai-kedai kopi. Evolusi ini berkembang melalui tiga gelombang yakni Kopi Gelombang Pertama, Kopi Gelombang Kedua dan Kopi Gelombang Ketiga.

Kopi Gelombang Pertama

gelombang kopi 1 small

Gelombang yang dimulai di kisaran 1800-an ini ingin meningkatkan konsumsi kopi lewat harga yang lebih terjangkau dan mudah disajikan. Akhirnya, munculah kopi kemasan dan instan yang sayangnya mengesampingkan mutu cita rasa kopi. Salah satu inovasi terbesar adalah munculnya merek kopi instan Nescafe, yang menjadi satu-satunya pemasok kopi untuk militer Amerika Serikat pada Perang Dunia II.

Baca juga Dari Afrika, Kopi Menyihir Dunia

Kopi Gelombang Kedua

gelombang kopi 2 small

Buruknya rasa kopi yang muncul pada Gelombang Pertama, mendorong munculnya Gelombang Kedua di akhir 1960-an. Di Gelombang Kedua mulai muncul keinginan rasa yang nikmat dan rasa ingin tahu tentang kopi yang diminum. Pada gelombang ini, pengalaman meminum kopi dianggap penting sehingga muncul banyaknya coffee shop untuk menfasilitasi gaya hidup. Salah satunya adalah Starbucks, yang menjadi wajah dari Gelombang Kedua karena begitu terkenal dan tersebar ke penjuru dunia.

Kopi Gelombang Ketiga

gelombang kopi 3 small

Dunia kopi saat ini sedang berada dalam Gelombang Ketiga, yakni ketika peminumnya memiliki ketertarikan yang besar terhadap kopi itu sendiri. Mulai dari awal ditanam hingga teknik penyajian. Konsumen saat ini lebih mudah mengetahui asal biji kopi, proses pengeringan, roasting, penggilingan dan penyeduhan. Di era ini pula istilah single origin mulai dikenal, yang mengacu pada satu wilayah spesifik dari mana kopi berasal. Selain itu, Gelombang Ketiga mendorong munculnya kedai kopi mandiri yang begitu memperhatikan proses kopi dari biji hingga hadir dalam secangkir minuman.

 

gelombang kopi_all