Ada apa di balik Indonesian Pavillion (IP) yang menjadi bagian Art Stage Singapore (ASS) 2013? Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini ASS mendirikan gerai khusus bertajuk IP yang menampilkan 36 perupa kontemporer Indonesia. Gerai ini menuai kritik dari pihak Asosiasi Galeri Senirupa Indonesia (AGSI) karena dinilai merusak sistem perdagangan seni rupa di Indonesia.

Highlight:

Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, ASS 2013 menyuguhkan program baru yang tak hanya kontroversial bagi seni rupa di negara singa tersebut, tapi juga bagi Indonesia. Kehadiran perupa Indonesia yang diseleksi sendiri oleh Direktur ASS, Lorenzo Rudolf, untuk tampil di IP, dinilai menyalahi sistem art fair (pameran seni) yang biasanya diperuntukkan bagi galeri untuk memperdagangkan koleksinya.

  • Pihak AGSI menilai keberadaan IP menyimpang dari pakem art fair yang seharusnya dijalankan ASS. Boikot dilakukan AGSI meski beberapa galeri tetap ikut karena telanjur membayar uang sewa. Di luar IP, lukisan I Nyoman Masriadi yang dibawa oleh Gajah Gallery milik Jasdeep Sandhu, mencapai nilai penjualan tertinggi kedua di ASS.
  • Lebih rapi secara manajemen dari tahun sebelumnya. Seniman Indonesia yang mengusung karya instalasi dan performing art di IP berhasil menggunakan keberadaan IP sebagai ruang untuk mengekplorasi ekspresi artistik.
  • Sebagai art fair yang mengklaim karya-karya kontemporer, masih terlihat karya-karya seni rupa modern dari sejumlah nama-nama ternama. Karya-karya tersebut memperlihatkan bahwa pihak galeri tetap memprioritaskan keuntungan penjualan koleksi galeri, tanpa konsisten pada tema pameran.

ASS tahun ini yang baru saja digelar di Marina Bay Sands, Singapura, dari 24-27 Januari 2013 cukup kontroversial dengan adanya IP. Mengapa Indonesia? Mengapa tidak karya perupa Singapura, padahal acara ini didukung pemerintah Singapura dan menjadi bagian dari kegiatan pariwisata negara tersebut. Dan jika alasannya kualitas, bukankah karya perupa dari China lebih mendunia. Ada apa di balik pendirian IP ini? Apakah seniman Indonesia yang terlibat di IP berhasil memanfaatkan ruang tersebut untuk menampilkan karya-karya yang baru dan menarik secara kualitas?

Read more…