1. Senandung Ibu Pertiwi, Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional (2 – 30 Agustus 2017)

Satu hal yang membuat alam Indonesia indah adalah keberagamannya. 48 karya dari 41 perupa mewakili tema tersebut. Keindahan alam di pulau Jawa berbeda dengan pulau Sumatera, Sulawesi, dan lainnya. Para pelukis menyadari hal ini dan karena itulah mereka mencoba merekam keindahan Indonesia dari berbagai pulau melalui medium seni, yang pada saat itu dikenal dengan istilah Mooi Indie (Hindia Molek). Beberapa pelukisnya adalah Ernest Dezentje, Kartono Yudhokusumo, Abdullah Suriosubroto, Henk Ngantung (gubernur DKI Jakarta periode 1964-1965, Henk dilengserkan karena dianggap anggota Lekra), Wakidi dll.
Pameran yang dikuratori Amir Sidharta ini diadakan dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Terinspirasi dari puisi Sukarno yang bertajuk “Aku Melihat Indonesia”, Amir Sidharta selaku salah satu kurator mengatakan kalau karya-karya yang dipamerkan bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat akan apa itu Indonesia. Ketika pameran ini digelar, antusias masyarakat memang begitu besar, sampai-sampai antrean membludak mencapai 35.675 (sumber: galeri-nasional.or.id).
Karya terbaik #1

Harimau Minum (1863) adalah satu dari enam lukisan Raden Saleh yang dimiliki negara. Selain memiliki format melengkung di bagian atas, lukisan ini memberi kesan mistis dan misterius dengan nuansa warna yang cenderung redup. Bukan cuma teknik, filosofi yang tersimpan dalam karya ini membuatnya abadi. Betapa berkuasanya makhluk hidup pada akhirnya tunduk pada kekuasaan alam.![]()




