7. Murni? – ICAD 8 di Hotel grandkemang Indonesia (4 Oktober – 15 November 2017)

Jumlah pelaku kreatif yang berpartisipasi pada ICAD 8 “Murni?” melonjak cukup banyak. Tahun lalu hanya tujuh kini mencapai 50 pelaku kreatif dengan latar belakang berbeda-beda. Mulai dari seniman, ilustrator, desainer busana, desainer interior, desainer produk, hingga sutradara dan aktor. Para pelaku kreatif ini menciptakan pendekatan yang menarik sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Denny R. Priyatna dengan karyanya bertajuk Appalstered (Appalling + Upholstered Furniture), Denny mengintepretasikan tema “murni” dengan menunjukkan “ketidakmurnian” sebuah benda, dalam hal ini sepasang kursi.
Baca juga Mempertanyakan Murni Pada ICAD 8
Satu kursi tampak memiliki benjolan-benjolan seperti jerawat, sedangkan yang satunya lagi tersayat-sayat. Jika sayatan itu “dibuka”, terlihat interior yang menyerupai daging. Kedua furnitur tersebut masih berfungsi sebagai tempat duduk walau memberikan ketidaknyamanan kepada penggunanya, termasuk secara visual. Atau ada A Place for Us to Dream karya sutradara Teddy Soeriaatmadja yang memberikan defenisi baru mengenai sebuah hubungan romansa.
Walaupun tak sedikit juga yang berkomentar kalau pameran yang dikuratori oleh Harry Purwanto dan Bambang ‘Toko’ Witjaksono ini terlalu padat sehingga susah dicerna tetap saja menyedot perhatian penikmat seni selama sebulan penuh. Yang mau tak mau membuat tangan gatal merogoh handphone memposting sesuatu dan membuat tagar #icad8murni.




