fbpx
30 C
Jakarta

Exhibition

Transformasi Organisme dari Agus Kama Loedin

Sebagai seniman yang kini tinggal di Filipina, Agus Kama Loedin merasa perlu untuk menyapa kembali pecinta seni Indonesia lewat karya-karya terbaru yang ditampilkan di pameran “TRANS-FORMS #2”. Kali ini, seniman yang dikenal lewat eksplorasi medium kawat tersebut berkesempatan memamerkan karya dua dan tiga dimensinya di Jogja Contemporary yang terletak di kawasan Jogja National Museum...

Gede Mahendra Yasa: Jenuh Terus Mengekor

Ia berdiri di area abu-abu. Antara seni rupa kontemporer dan tradisional. Kini, ia mencoba menjembataninya. Lahir di pulau dewata Bali, tak berarti karya-karya lukis Gede Mahendra Yasa kental citra rasa “seni lukis Bali” yang penuh naratif, tahapan/lapisan, dan detail yang rumit. Karya-karyanya justu sangat kontemporer dengan teknik realis yang mengedepankan pemikiran dan konsep. Namun...

Bentang Cahaya Spiritualitas Arkiv Vilmansa

  Pada pertengahan 2016, Arkiv melakukan perubahan dengan menghilangkan karakter utama yang sering terlihat di karya-karyanya. Cahaya merupakan perwujudan energi elektromagnetik yang acap kali dikelindan dengan sosok Ilahi. Kedekatan manusia pada cahaya tentunya tidak bisa digantikan dengan fungsi lain, karena cahaya memberikan penerangan, pencerahan, serta menjaga keberlangsungan kehidupan. Fungsi cahaya yang teramat besar inilah yang bisa jadi...

Mempertanyakan Ingatan Lewat “Iconic” Yuswantoro Adi

Aku Ingin Hidup 1000 Tahun Lagi 200x200 cm, oil on canvas, 2016
Memori kita sudah terbiasa menangkap apa-apa yang sifatnya mainstream dan diberitakan berulang-ulang menjadi informasi yang tertanam mati di dalam ingatan. Sebagai contoh, setiap kali mendengar nama Chairil Anwar pasti langsung terkoneksi dengan puisi-puisi dan ungkapan yang dipopulerkannya, Boeng, ayo Boeng! Sama halnya dengan Charlie Chaplin yang identik dengan cara jalannya yang tak biasa. Dalam pameran tunggalnya yang...

Salam Perkenalan Studio Asylum

“Rise & Grind” menjadi salam perkenalan yang "gahar" Studio Asylum kepada publik sebagai pendatang baru di kancah seni rupa. Asylum selama ini dikenal sebagai tempat rehabilitasi bagi mereka yang memiliki gangguan kejiwaan. Namun Safrie Effendi menjadikan Asylum sebagai nama studio dan dikembangkan sebagai wadah berkreasi seniman-seniman sealiran. Safrie Effendi mengajak dua rekannya, Danang Prihantoro dan Mikhaela...