fbpx
27.3 C
Jakarta

Review

Pencarian Jiwa-jiwa yang Terlupakan

I Made Djirna, "Unsung Heroes", variable dimension, instalasi mix media, batu gamping, 2017
Di tengah riuhnya kondisi dunia yang sibuk dengan materialisme dan pencapaian-pencapaian modernitas lainnya, Jakarta Biennale 2017 (5 November – 10 Desember 2017) hadir mengusung tema jiwa untuk mengingatkan kembali esensi kehidupan yang sejatinya. Ada nuansa magis yang menyeruak ketika menjejakkan kaki di instalasi besar yang terbangun atas batu-batu apung buah karya I Made Djirna. Seniman...

Dunia Bawah Sadar “Grotesk”

Garis-garisnya spontan nan ekspresif. Tidak ada keraguan dalam setiap tarikannya, membaur dan seringkali menghantam objek-objek abstrak. Warna-warnanya pun tampak sembrono, dari pastel hingga bauran warna-warna dingin. Semuanya dicampurkan ke dalam satu bidang kanvas, menghasilkan komposisi warna yang kacau. Sementara figur utama yang buruk rupa, kokoh bertengger di tengah bidang kanvas. Inilah “Grotesk” dari Natisa...

Menghimpun Narasi di EYAF

Sinwan Aliyafi, EYAF
Menurut pelaku, tradisi minum tuak bisa menciptakan rasa kekeluargaan, setia kawan, toleransi, dan gotong royong, sekaligus mereka menyadari ada sifat boros, minder, dan rasa kurang percaya diri. Dinamika perkembangan seni rupa sebuah kota atau wilayah tidak lepas dari kehadiran para seniman muda yang mewarnainya. Jawa Timur dengan cakupan wilayahnya yang luas dengan sosio-historisnya yang majemuk,...

Ketika Android Mencoba Bermimpi

Setelah dua seniman Filipina, Jiger Cruz dan Gary-Ross Pastrana, ROH Projects mempersembahkan pameran tunggal Kei Imazu, seniman Jepang yang telah menjalankan residensi di OPQRSTUDIO selama tujuh minggu. Mengambil tajuk “Overgrown” dan sub-judul “Can Androids Dream?”, pameran ini berlangsung dari 8 Agustus hingga 10 September 2017. Proses kekaryaan Kei dapat dibilang agak unik. Walaupun lukisan yang...

Kolaborasi Provokatif Hanafi-GM

Hanafi-GM
Dua nama besar, yang satu seniman visual yang satu sastrawan (dan kini juga merambah dunia lukis): Hanafi dan Goenawan Mohamad (GM). Tidak ada konsep, tidak ada diskusi sebagai preseden, hanya dialog di atas kanvas. Menyahut, menyambut, dan mengaburkan identitas.  Lalu bagaimanakah dengan hasil dialog dari mereka berdua? Pertama, sangat penting untuk meninjau kembali metode yang...