30.7 C
Jakarta

Review

BaCAA #5, Yang Konvensional Masih Harus Antre

BaCAA Etza Meisyara
Tersirat, pemanfaatan barang temuan sebagai idiom berkarya, di sisi lain menepikan keterampilan tangan seniman. Bandung Contemporary Art Award (BaCAA) kembali digelar dan tahun ini telah sampai pada edisi ke- 5. Karya 15 seniman finalis yang telah disaring dari 30 seminfinalis, dipamerakan di Galeri Lawangwangi Creative Space, Bandung, pada 5 Oktober – 5 November 2017. Pada...

Teguran Khas Butet Kartaredjasa Lewat “Goro-goro Bhinneka Keramik”

Dunia yang kita jalani sekarang kian bertambah edan. Yang salah dianggap benar, sedangkan yang benar dianggap salah. Bahkan keberagaman lebih dianggap sebagai kutukan ketimbang berkah, ketika sebagian orang memaksakan apa yang diyakininya kepada sebagian yang lain. Sejatinya itulah yang hendak diangkat Butet Kartaredjasa lewat 138 karya yang dipamerkan dalam pameran “Goro-goro Bhinneka Keramik” di Gedung...

Menghimpun Narasi di EYAF

Sinwan Aliyafi, EYAF
Menurut pelaku, tradisi minum tuak bisa menciptakan rasa kekeluargaan, setia kawan, toleransi, dan gotong royong, sekaligus mereka menyadari ada sifat boros, minder, dan rasa kurang percaya diri. Dinamika perkembangan seni rupa sebuah kota atau wilayah tidak lepas dari kehadiran para seniman muda yang mewarnainya. Jawa Timur dengan cakupan wilayahnya yang luas dengan sosio-historisnya yang majemuk,...

Susahnya Menjelaskan Diri

Karya Ykha Amelz "Faux Extinction" (kiri) dan "Best. Show.Ever" (kanan), ukuran 100x150 cm, acrylic on canvas, 2017
Pernah terbentur dengan pertanyaan, “Sebenarnya apa sih yang aku inginkan dalam hidup?” Atau juga ketidaktahuan-ketidaktahuan lainnya tentang pemaknaan dari apa yang kita jalani setiap hari? Pameran Self Explanatory yang merupakan group exhibition dari tiga seniman perempuan; Ines Katamso, Natisa Jones dan Ykha Amelz yang diadakan di Dia.Lo.Gue, Kemang Jakarta (16 November – 16 Desember 2017)...

4 Lukisan Sidik W. Martowidjojo di Pameran “Unity In Diversity” yang Paling Mencuri Perhatian

sidik martowidjojo
Sidik W. Martowidjojo merupakan seniman Indonesia yang telah mendunia dengan ciri khas Chinese painting-nya. Seniman kelahiran 24 September 1937 ini merupakan satu-satunya seniman Indonesia yang mendapat penghargaan Medaille d’Orc dari Caroussel du Louvre, Paris. Pada tahun 2007, Sidik juga mendapat kehormatan sebagai Research Fellow di Pusat Penelitian Seni Republik Rakyat Tiongkok yang membuat namanya semakin...