26.4 C
Jakarta

Review

Hingga Perupa Merawat Kriya

Jafar Huda Cahyanto, "Maha Atma"
Semakin longgarnya batasan antara seni rupa murni, seni kriya, dan seni desain dalam wacana seni rupa kontemporer, kini banyak perupa memanfaatkan seni kriya sebagai bahasa ungkap mereka dalam berkarya. Seperti disajikan 16 perupa yang terdiri dari dosen, alumni, dan mahasiswa  Jurusan Seni Rupa Universitas Surabaya. Mereka menggelar pameran bertajuk “Memetri Kriya” pada 24 November 2017...

Goresan Pada Novel dan Ekspresi-ekspresi Sesudahnya

Merupakan sesuatu yang lazim ketika seorang perupa mencoba beralih dari medium konvensional layaknya sebidang kanvas maupun sehelai kertas kosong. Apalagi dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya sebagai medium untuk mencurahkan kreativitas. Sebagaimana yang dilakukan Wayan Sujana, perupa asal Klungkung yang karib disapa Suklu ini tengah mengeksplorasi lembar-lembar halaman novel sebagai medium mengekspresikan gambar-gambarnya...

Teguran Khas Butet Kartaredjasa Lewat “Goro-goro Bhinneka Keramik”

Dunia yang kita jalani sekarang kian bertambah edan. Yang salah dianggap benar, sedangkan yang benar dianggap salah. Bahkan keberagaman lebih dianggap sebagai kutukan ketimbang berkah, ketika sebagian orang memaksakan apa yang diyakininya kepada sebagian yang lain. Sejatinya itulah yang hendak diangkat Butet Kartaredjasa lewat 138 karya yang dipamerkan dalam pameran “Goro-goro Bhinneka Keramik” di Gedung...

Perubahan Seni dan Dunia di Perdana Museum MACAN

museum macan
“Art Turns, World Turns” menjadi pameran yang mengawali sekaligus penanda diresmikannya Museum Modern And Contemporary Art in Nusantara (MACAN) yang bertempat di AKR Tower, Kebon Jeruk, Jakarta. Di museum seluas 4000 meter persegi ini, pameran perdana yang dalam bahasa Indonesia bernama “Seni Berubah, Dunia Berubah” diselenggarakan, mulai 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018. Koleksi...

Pencarian Jiwa-jiwa yang Terlupakan

I Made Djirna, "Unsung Heroes", variable dimension, instalasi mix media, batu gamping, 2017
Di tengah riuhnya kondisi dunia yang sibuk dengan materialisme dan pencapaian-pencapaian modernitas lainnya, Jakarta Biennale 2017 (5 November – 10 Desember 2017) hadir mengusung tema jiwa untuk mengingatkan kembali esensi kehidupan yang sejatinya. Ada nuansa magis yang menyeruak ketika menjejakkan kaki di instalasi besar yang terbangun atas batu-batu apung buah karya I Made Djirna. Seniman...