kontinum
Karya salah satu mahasiswa Arsitektur Universitas Pelita Harapan dalam Triennale Arsitektur UPH 2015 ‘Waktu adalah Ruang’ (source: dok. Triennale UPH 2015)

Gedung-gedung tua di Kota Tua tak hanya berbicara soal ruang, namun juga waktu. Sejarah yang mengendap dalam bangunan yang menua dan melapuk menandakan waktu tak pernah lepas dari ruang. Begitu pun halnya dengan waktu, menjadi spasial dengan pengkotak-kotakan bumi oleh ruang.

Meningkahi keterkaitan antara ruang dan waktu ini, Triennale Arsitektur Universitas Pelita Harapan tahun ini mengangkat tajukĀ Waktu adalah Ruang. Mengambil tempat di Gedung Tjipta Niaga, Kota Tua Jakarta pada 25 Juli-8 Agustus, para mahasiswa Arsitektur ini menjawab tantangan untuk merefleksikan peran waktu lewat pemahamannya akan ruang.

trans-denna
‘Experiencing The Living Forest’ oleh Denna Fascia dan Anthony Tanoko (source: dok. Triennale Arsitektur UPH 2015)

Refleksi para mahasiswa ini kemudian dibagi dalam beberapa zona. Di zona pertama, Lorong Laju, tampil rangkaian instalasi kinetis dan statis dengan beragam komposisi untuk merupa impresi dan mengekspresikan waktu. Pada instalasi kinetis misalnya, para mahasiswa memunculkan bebunyian untuk mencipta tempo dan durasi sebagai perwujudan waktu.

Sementara itu, pada instalasi statis, waktu dileburkan sebagai faktor untuk menghadirkan kesan gerak. Seperti karya Melody Christy, Mengayun Lembut, pergerakan potongan kayu berbentuk kipas yang pergerakannya diatur dalam tempo tertentu menghadirkan kesan kepakan sayap burung.

 

Di zona Suatu Waktu, tampil karya-karya tematik yang bersinggungan dengan aspek gerak, kecepatan, temporalitas, sekuens, dan produktivitas. Aspek waktu kemudian mencair sebagai beragam variabel penting yang menentukan proses hingga terbentuknya karya arsitektur seperti dalam rancangan Experiencing the Living Forest karya Denna Fascia dan Anthony Tanoko. Dalam karyanya ini, Denna dan Anthony mendefinisikan ulang area Blok M sebagai ruang hijau yang ramah bagi pejalan kaki dan merancang proses penataan ruang publik yang nyaman.

‘Ball and Socket’ karya Olivia Sheila Mintura (source: dok. Triennale Arsitektur UPH 2015)

Telusuri penerjemahan titik temu antara waktu dan ruang oleh mahasiswa UPH di gedung Tjipta Niaga, Kota Tua Jakarta hingga 8 Agustus 2015 mendatang dan simak selengkapnya mengenai Triennale Arsitektur UPH 2015 dalam Majalah Sarasvati edisi Agustus 2015.