Studio Konservasi dan Restorasi Seni di Singapura dan Indonesia

    0
    422
    Konservasi Artefak, Q Framing
    Konservasi Artefak. (Dok. Q Framing)

    Persoalan konservasi dan restorasi seni menjadi persoalan klasik di negara-negara beriklim tropis dengan tingkat kelembapan tinggi, seperti Indonesia dan Singapura (tingkat kelembapan 70-80 persen).

    Namun setidaknya, Singapura lebih awal menyadari persoalan ini sehingga sampai hari ini, Singapura mampu memiliki lima notable studio konservasi dan restorasi seni. Sementara Indonesia memiliki dua studio konservasi. Berikut daftarnya:

    SINGAPURA

    1. Renate Kant Studio

    http://www.kantconservation.com.sg/

    Alamat: 8 Shrewsbury Rd, Singapore 307810

    Kontak: +65 6254 9549

    Baca juga Merawat Masa Lalu lewat Konservasi Lukisan

    Renate Kant adalah salah satu konservator kenamaan dan telah berpengalaman selama lebih dari 30 tahun di bidang konservasi. Dia tergabung ke dalam German Restorers Association (DRV). Kant mengenyam pendidikan konservasi dan restorasi di Berlin State Museums dan Hessisches Landesmuseum di Darmstadt, Jerman. Di negara ini, Kant memiliki sebuah studio pribadi.

    Pada 1995, Kant pernah diundang oleh pemerintah Jerman dan Goethe Institut Jakarta untuk merestorasi empat lukisan Walter Spies milik Istana Kepresidenan RI. Restorasi pun dilakukan di Museum Seni Agung Rai, Bali. Menyadari kurangnya kesadaran konservasi dan restorasi di Indonesia, Kant memberikan lokakarya teknik konservasi dasar selama seminggu di Museum Seni Agung Rai.

    Berkat keberhasilan proyek Walter Spies, para kolektor Indonesia, pemilik galeri, dan kurator museum pun berbondong-bondong mengonservasi ataupun merestorasi  koleksi mereka. Selama tiga tahun berikutnya, banyak lukisan dikirim ke studio di Jerman. Akhirnya, Kant pun membuka studionya di Singapura pada 1999 dengan rekomendasi dan dukungan dari Singapore Tourism Board, National Heritage Board, dan Christie’s.

    Baca juga Sidik Painting, Sapuan Baru Kuas Sidik Martowidjojo

    Lukisan-lukisan yang pernah dikonservasi maupun direstorasi oleh Kant adalah karya seniman Liu Kang, Lai Foong Moi, Georgette Chen, Cheong Soo Pieng, Raden Saleh, Hendra Gunawan, Affandi, Nyoman Gunarsa, Made Wianta, S.Sudjojono. Tarmizi, Kerton, A. Le Mayeur, Walter Spies, dan Donald Friend. Sementara klien Kant termasuk the Singapore Art Museum, the National University of Singapore Museums, Lee Kong Chian Art Museum Gajah Gallery, Indigo Blue Gallery, Soobin Gallery, dan Opera Gallery.

    1. Faltermeier Conservation-Restoration

    http://faltermeier.biz/

    Alamat: 252 TEMBELING road (898,75 km) Singapura 423731

    Kontak: +65 8168 6096/ info@faltermeier.biz

    Konservasi, Fernando Botero, RAPE OF EUROPA
    Konservasi karya Fernando Botero, “RAPE OF EUROPA”. (Dok. Faltermeier,biz)

    Studio konservasi dan restorasi ini dijalankan oleh keluarga Faltermeier sejak 1936. Mulanya, bisnis konservasi ini dilakukan di beberapa negara Eropa, seperti Jerman, Swiss, Italia, dan Inggris; lalu merambah ke US dan Singapura.

    Selama tiga generasi, Faltermeier telah menangani proyek-proyek konservasi dan restorasi untuk koleksi pribadi maupun publik. Sementara mayoritas karya seni yang ditangani adalah patung, pahatan, dan keramik, seperti Rape of Europe karya Fernando Boero, patung figure dari Dinasti Han, Sarcophagus, La Jambe karya Giacometti, terakota, dan karya patung seniman Yu Minjun.

    Faltermiere memberikan layanan: konservasi preventif, konservasi interventif, dan restorasi.

    1. Art Conservation

    http://www.artconservation.com.sg/index.html

    Alamat: Blk 10 Ubi Crescent #04-28, Ubi Techpark Lobby B, Singapore 408564

    Kontak: +65 67496732

    konservator, Zhang Dinkonservator, Zhang Din
    Konservator Singapura, Zhang Din. (Dok. intersection.sg)

    Art Conservation mulanya berbasis di Antwerp, Belgia. Pada rentang 1994 sampai 1998, Art Conservation telah melakukan konservasi pada lebih dari 1500 lukisan Eropa.

    Pada 1998, mereka mulai mengerjakan konservasi dari negara-negara Asia Selatan. Baru pada 2005, Art Conservation  membangun usaha konservasinya di Singapura setelah melihat kurangnya kesadaran konservasi-restorasi, dan juga kurangnya pengetahuan perlakuan karya. Dalam usahanya, Art Conservation bekerjasama dengan master konservator Singapura, Zhang Din.

    Baca juga Menyambut Aktivasi Gedung Cipta Niaga dan Kerta Niaga

    Zhang Din yang memiliki julukan “dokter seni” ini, meraih gelar master dalam bidang konservasi dan restorasi di Royal Academy & National  Higher Institute of Fine Arts, Antwerp, Belgia pada 1994. Selama 18 tahun telah berpengalaman menangani 4000 lukisan dari Eropa, Asia Selatan, Tiongkok, dan negara-negara lainnya. Ia juga pernah merestorasi karya maestro-maestro dunia, seperti Degas, Picasso dan juga maestro Affandi serta Lee Man Fong.

    Art Conservation mengkhususkan diri pada lukisan bermedia kanvas/tekstil, papan kayu, papan kertas, cat minyak, akrilik, tempera, dan jenis cat lainnya. Mereka juga menyediakan layanan konservasi, restorasi, dan konsultasi bingkai.

    1. YH Conservation (Yuan Heng Conservation)

    http://yhconservation.com/en/object/about-us/

    Alamat:  39 Keppel Road #02-02A Tanjong Pagar Distripark Singapore 089065

    Kontak: +65 6224 5659

    Studio, YH Consevation
    Studio YH Consevation. (Dok. YH Conservation)

    YH Conservation (Yuan Heng Conservation) adalah perusahaan gabungan antara Helutrans Artmove (Singapura) dan Pusat Konservasi Universitas Cheng Siu (Taiwan). Perusahaan ini bertujuan memberikan pelayanan konservasi melalui ahli-ahli terbaik. Selain itu, YH Conservation juga memiliki laboratorium lengkap dengan para ahli yang terdidik dan berpengalaman di bidangnya. YH Conservation melayani konservasi dan restorasi pada medium kertas dan lukisan.

    1. Q Framing Conservation

    http://qframing.com.sg/

    Alamat: Q Framing Pte Ltd 2 Bukit Batok Street 23 #06-05 Bukit Batok Connection Singapore 659554

    Kontak: (65) 6299 4180/ qframing@qframing.com.sg

    Konservasi bingkai, Q Framing
    Konservasi bingkai. (Dok. Q Framing)

    Q Framing Conservation mampu mengembalikan lukisan yang dalam kerusakan ekstrim,seperti sobek, retak, penyok, ataupun kerusakan warna varnish dan pigmen. Q Framing juga menyediakan layanan re-stretching kanvas, memperbaiki sobekan, varnish, dan re-touching lukisan.

    Selain lukisan, mereka melayani pula konservasi buku, kertas, dan foto . Untuk restorasi foto, Q Framing menggunakan teknologi manipulasi gambar digital guna memperbaiki kerusakan, seperti noda, sobekan, dan warna yang memudar.

    Baca juga Tukang Mebel, Sang Klien, dan Mahakarya De Stijl

    INDONESIA

    Praktik konservasi dan restorasi seni masih sangat jarang ditemui di Indonesia. Hanya ada dua studio konservasi dan restorasi terpercaya di sini.

    1. Art Restauro Laboratory (AR Lab)

    http://www.mondecor.com/artconservation

    Alamat: Jl. Rajawali Selatan Raya No 3 Jakarta 10720 Indonesia

    Kontak: +6221-647-00168/ info@mondecor.com

    Art Restauro Laboratory
    Art Restauro Laboratory. (Dok. AR Lab- Art1 New Museum)

    AR Lab didirikan pada 2005 oleh Monica Gunawan. AR Lab, yang masih bagian dari ART:1 Museum, menyediakan layanan konservasi dan restorasi seni. Monica Gunawan sendiri menimba ilmu konservasi dan restorasi di Istituto per l’Arte e il Restauro, Palazzo Spinelli  di Florence, Italia pada 2004. Sepulang dari Italia, Monica mendirkan Art 1 New Museum dan AR Lab.

    AR Lab memiliki peralatan laboratorium lengkap dan metode restorasi yang responsif. Mereka menyediakan layanan restorasi cat minyak, restorasi dan pembersihan kanvas, serta memperbaiki lukisan rusak atau robek.

    Baca juga Basoeki Abdullah di Balik Berbagai Stigma

    1. Primastoria Studio

    http://primastoria.net/

    Alamat: Taman Alamanda Blok BB2 No. 55-59, Bekasi 17510

    Kontak: (021) 2210 2913/ primastoria@outlook.com

    Primastoria Studio adalah studio konservasi dan restorasi seni yang sudah cukup lama beroperasi. Didirikan pada 1992, Primastoria Studio berupaya melestarikan semua jenis karya seni, sejarah, baik secara fisik (conservation) ataupun non-fisik (by the records).

    Primastoria Studio dikomandoi oleh Puji Yosep Subagiyo (PYS). PYS mendapat pendidikan bidang ilmu konservasi di Tokyo National Research Institute for Cultural Properties pada 1990. Dia juga pernah mendapat pelatihan analisis konservasi di Museum Conservation Institute (MCI) yang masih bagian dari Smithsonian Institution di Washington D.C., Amerika Serikat.

    Primastoria Studio menyediakan layanan konservasi, konsultasi, dan perawatan berjangka. penutup_small