Judul       : Seni & Daya Hidup Dalam Perspektif Quantum

Penulis    : Prof.Dr Martinus Dwi Marianto

Penerbit  : Scritto Books dan BP ISI Yogyakarta

Tebal       : 293 Halaman

Terbit      : 2019

Cover      : Hard Cover 

Buku ini menyuguhkan pembaca perspektif “Teori Quantum” dalam menanggapi hubungan timbal balik antara seni dan daya hidup. Teori Quantum menyatakan bahwa segala sesuatunya berlandaskan pada konsep dualitas, sebagai contoh gravitasi-levitasi, maya-nyata, gelap-terang, hidup-mati, logika-rasa, dsb. Dua esensi tersebut bekerja sama saling melengkapi satu sama lain untuk berproses ‘menjadi sesuatu’.

Landasan dualisme tersebut sangat relevan diaplikasikan dalam ranah seni. Dalam berkesenian yang esensinya adalah menggali kreativitas, pelaku seni dapat berpikir secara non-linier bolak-balik, mulai dari sebab-akibat maupun dari akibat ke sebab. Ketika para pelaku seni mampu berpikir dan mengeksplorasi dualitas tersebut, maka ia dapat memproduksi energi-energi baru yang berkesinambungan.

Begitupun halnya dengan mengamati sebuah karya seni. Dalam pengamatan yang mendalam dengan menggunakan metode Deskripsi-Analisa-Intepretasi-Penilaian, karya seni yang tadinya biasa-biasa saja bisa menjadi luar biasa, maupun sebaliknya, yang luar biasa menjadi sangat biasa. Dalam buku ini, penulis berkesimpulan bahwa dalam praktik berkesenian, pelaku seni dituntut untuk memperbarui diri dan pola pandangnya.

Prof.Dr Martinus Dwi Marianto adalah praktisi seni yang juga dosen tetap ISI Yogyakarta. Ia juga mengajar mata kuliah Kritik Seni dan Metode Penelitian Seni di beberapa universitas lain seperti UGM dan ISI Surakarta. Mengawali studi seninya di STSRI “Asri” Yogyakarta, Prof.Dr. Martinus Dwi Marianto lalu melanjutkan studi di Rhode Island School of Design, USA dan mendapatkan gelar doktoralnya di University of Wollongong, Australia.

Highlights :

  • Buku ini dicetak dalam Bahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin yang artinya target pembacanya sangat luas.
  • Meskipun Fisika dan Seni adalah 2 ranah yang berlainan, buku ini mampu memberikan relevansi antara kedua hal yang sangat berlainan tersebut.
  • Mengupas secara dalam langkah-langkah menilai suatu karya seni dengan penjabaran Analisis, Deskripsi, Intepretasi dan Penilaian dengan sangat mendetail dan bisa menjadi landasan berpikir kritikus seni.

Challenge :

  • Banyak adopsi istilah-istilah dalam ilmu Fisika untuk mengasosiasikan gagasan yang sulit dimengerti orang awam.
  • Dalam menjabarkan sebuah gagasan, kerapkali penjelasan berputar-putar dan tidak langsung pada pokok permasalahan.
  • Gaya bahasa yang dipakai dalam buku ini tidak sederhana (kompleks), memerlukan upaya lebih untuk memahami gagasan yang disampaikan penulis.