4 Penjelasan Kenapa Abie Abdillah Memilih Rotan Sebagai “Jalan” Hidupnya

0
21032
Kekayaan ragam rotan di Indonesia telah memicu kreativitas Abie Abdillah (Foto: Jacky Rachmansyah)

Dengan memilih bahan yang khas Indonesia, Abie Abdillah berhasil meraih sejumlah penghargaan internasional di bidang desain. Tiga elemen utama pada rotan yang membuatnya jatuh cinta yaitu kelenturan, kekuatan dan kelemahan yang merupakan kejujuran dari material rotan itu sendiri.

Berikut 4 pertanyaan tentang rotan yang menjelaskan kecintaan Abie Abdillah akan material tersebut.

Baca juga 3 Fakta Sejarah Roemah Seni Sarasvati

Mengapa memilih rotan?

Dulu waktu kuliah, saya ingin membuat sesuatu yang bisa mengangkat nilai-nilai Indonesia. Tapi saya sadar bahwa budaya-budaya tradisi seperti batik atau tenun sudah banyak dan saya sendiri tidak punya kemampuan untuk membuat sesuatu dari tenun atau
batik. Saya melihat ada potensi lain dari material dan skill. Dan rotan itu, 80-90% kebutuhan rotan dunia berasal dari hutan Indonesia. Itu yang pertama. Kedua, skill pengrajin rotan dengan tangan, Indonesia itu nomor satu di dunia.

Apakah Anda melihat ada filosofi tertentu yang Anda dapatkan dari rotan?

Saya berusaha menonjolkan tiga hal utama yang merupakan kejujuran dari material rotan itu sendiri, yaitu kelenturan, kekuatan, sekaligus kelemahan. Karena rotan itu lentur sehingga dia punya kekuatan terbatas. Jadi kita harus sangat paham dan sangat cerdas untuk mengolah struktur itu sendiri sebagai bagian dari estetiknya.

Sejak masih kuliah Abie sudah menggali pengetahuan tentang rotan
Sejak masih kuliah Abie sudah menggali pengetahuan tentang rotan (Foto: Jacky Rachmansyah)

Baca juga 11 Desain Produk Bambu Indonesia yang Dipamerkan di Chiang Mai Design Week 2017

Anda menggunakan bahan rotan dari daerah mana?

Ada tiga daerah yang mensuplai bahan baku rotan terbesar, yaitu Aceh, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah. Sedangkan untuk produksi, ada tiga sentra terbesar, yaitu Cirebon, Trangsan (Sukoharjo), dan Surabaya.

Sebelum berprestasi seperti sekarang, bagaimana kisah jatuh bangun karier Anda? Apakah pernah merasa berada di titik terendah?

Saya dari awal seperti itu karena semangat yang saya andalkan cuma semangat bertahan hidup. Saya kuliah karena mendapat beasiswa dan itu pun bukan beasiswa prestasi, tetapi beasiswa karena saya punya keterbatasan finansial.
Akhirnya saya dan teman-teman saya mencoba mengerjakan proyek- proyek untuk bikin properti dari stereoform, tripleks, dan lainnya. Saat itu saya berpikir, jika saya ingin bertahan dalam dunia desain dengan kemampuan seperti ini dan persaingan yang ketat ini, saya harus punya kemampuan yang beda dari yang lain. Di situlah akhirnya menjadi alasan saya memilih rotan saat kuliah saya. Semuanya terbayar sekarang.penutup_small