fbpx

Opinion

Open Letters from Tedjabayu

It is such an honor for me to be present in this forum attended by respected stakeholders of fine arts. Your expertises are of no doubt. There are Mr. Hong Djien, Mr. Goen – my commander at ISAI, Mr. Enin, Mr. Jim Supangkat, Mr. Dadang Christanto, Mr. Malela, and many other faces I am...

Pendirian Jakarta Contemporary Art Space: Memberikan Ruang Bagi Seniman Kontemporer Indonesia

Meledaknya pasar seni rupa Asia di awal 2000, khususnya seni rupa kontemporer Cina, ikut berdampak pada perkembangan seni rupa Indonesia. Kolektor seni kian ramai membicarakan seniman-seniman Indonesia, diikuti melejitnya harga karya-karya mereka di balai lelang. Seniman-seniman Indoneia pun mulai banyak yang diundang untuk berpameran ke berbagai perhelatan seni internasional seperti art fair dan biennale di Cina,...

An Open Letter from Jim Supangkat

(Infrastructure, Museum, History) of Indonesian Art - English Version Renate Kant and Helena Spanjaard's writings in www.svastisarasvati.com should complement the "Fine Art Round Table Discussion: Indonesian Modern Paintings”, held in May 24, 2012 at the National Gallery, Jakarta. When I was asked to speak at the discussion, I was assured by the organizers that the planned...

Revitalisasi Kota Tua Jakarta: Program-Program Setelah Fiesta Fatahillah

Sebuah kota tidak akan lapuk jika di dalamnya memberi ruang bagi penghuni untuk bisa hidup, bekerja, dan berekreasi. Tiga hal inilah yang harus ada di kawasan Kota Tua Jakarta.  Setelah enam bulan PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (Jakarta Old Town Revitalization Corp - JOTRC) dan Jakarta Endowment for Art and Heritage (JEFORAH) terbentuk, keduanya...

Sosial Media

4,747PengikutMengikuti
1,170PengikutMengikuti