Suasana BAZAAR ART Jakarta 2016 (Foto: Jacky Rachmansyah)

Bazaar Art Jakarta 2016 resmi dibuka pada 25 Agustus 2016 oleh gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta.

Selain menampilkan 42 galeri lokal dan mancanegara, bursa seni yang berlangsung pada 25-28 Agustus ini juga menggelar berbagai program edukatif bagi para pengunjung, baik untuk penikmat seni maupun publik umum.

“Bazaar Art Jakarta kali ini berdasarkan “edukasi untuk seni, dan seni untuk edukasi,” ujar Fair Director Bazaar Art Jakarta 2016 Vivi Yip saat jumpa wartawan.

 

Suasana BAZAAR ART Jakarta 2016. (Foto: Jacky Rachmansyah)
Suasana BAZAAR ART Jakarta 2016. (Foto: Jacky Rachmansyah)

 

Tiga program yang sudah disiapkan untuk pengunjung BAJ 2016, yakni MALLart, EDUart, dan TALKart.

Berbagai karya seni dapat pengunjung temui di berbagai lokasi, seperti instalasi Tropical Bouquet oleh Eko Nugroho terletak di Atrium utama. Ada pula pameran “Monster in Disguise” oleh Darbotz dan “Alhamdullilah, We Made It” oleh MES56 dan ROH Projects.

ARTmosphere yang bekerja sama dengan Galleries Lafayette menampilkan produk desainer interior dan produk ternama, seperti Abie Abdullah, Rina Renville, dan Luthfi Hasan.

Bekerja sama dengan Generation G, pengunjung dapat ikut berbagai kegiatan seni EDUart dalam venue BAJ 2016. Dari “Mural Workshop” dengan Sanchia T. Hamidjaja, “Self Drawing Portrait” dengan R. E. Hartanto, hingga “Wayang Puppet Creation” dengan Kemal Ezedine. Juga “Kid’s Painting Competition” yang diselenggarakan Ganara Artspace.

Peresmian BAZAAR ART Jakarta 2016 oleh Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: BAZAAR ART Jakarta 2016)
Peresmian BAZAAR ART Jakarta 2016 oleh Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: BAZAAR ART Jakarta 2016)

Untuk program TALKart, BAJ 2016 menggelar berbagai diskusi seni dengan menghadirkan para ahli berbagai bidang sebagai pembicara, seperti Mira Lesmana dan Nia Dinata untuk “Art and Film”, Avianti Armand, Budi Pradono, dan Lim Masulin untuk “Art and Architecture”, Triawan Munaf, Hilmar Farid, dan Irawan Karseno untuk “Art and Government”.

UOB Indonesia mengisi program TALKart untuk mempromosikan UOB Painting of the Year 2016. Salah satu juri UOBI POY 2016 Agung Hujatnikajennong dan pemenang IOB Southeast Asian Painting of the Year 2014 Antonius Subiyanto hadir sebagai pembicara.

Selain ketiga program tersebut, ada pula Neo Wayang Art Performance oleh Nia Dinata dan putranya, Gibran Nicholau Papadimitriou, dan performance art Reading Centhini “Nggon” oleh Agnes Christina. Juga ada Charity Art Auction untuk Yayasan Seni Rupa Indonesia yang menghadirkan tas, skateboards, helm, dan branded sneakers yang didesain serta dimodifikasi oleh seniman-seniman ternama Indonesia.

“Sejak pertama kali digelar, BAZAAR ART Jakarta telah bertransformasi menjadi artfair terbesar milik Indonesia dan menjadi kebanggan bangsa Indonesia, Food For Soul #IndonesianPride. BAZAAR ART Jakarta 2016 akan menghadirkan acara menikmati karya seni yang lebih interaktif dan juga edukatif melalui program-program yang sudah kami rancang,” ujar Vivi.

Komite BAZAAR ART Jakarta 2016 saat Press Conference (Foto: BAZAAR ART Jakarta 2016)
Komite BAZAAR ART Jakarta 2016 saat Press Conference (Foto: BAZAAR ART Jakarta 2016)