fbpx
30.6 C
Jakarta

Book Launching

Membaca Makna Limasan

Bangunan atap Limasan yang belakangan makin sering digunakan untuk rumah-rumah urban bergaya minimalis, ternyata akarnya berada lebih dari seribu tahun yang lalu, ke era wangsa Syailendra dan Sanjaya memerintah Mataram Kuno pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi. Bukti-buktinya ada dalam relief candi Borobudur dan candi Prambanan. Bangunan atap Limasan kian mengemuka pada puncak imperium Majapahit-Wilwatikta...

Jalan Sastra Menuju Tubaba

Judul: Kerja Sastra untuk Tubaba Penulis: Nukila Amal, A.S. Laksana, Yusi Avianto Pareanom, Iswadi Pratama, Esha Tegar Saputra, Afrizal Malna, Dewi Kharisma Michellia, Dea Anugrah, dan Langgeng Prima Anggradinata Penerbit: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Tebal: 209 halaman Terbit: Juni 2016 Cover: Softcover Dunia, pada dasarnya berisi hal-hal yang ingin unjuk kebolehan. Tukang ketik ingin membuktikan ia...

Turning Targets: 25 Tahun Cemeti

Di awal tahun 2015, Cemeti Art House atau Rumah Seni Cemeti bersama Galeri Nasional, menggelar acara peluncuran dan bedah buku "Turning Targets: 25 Tahun Cemeti". Acara ini dikemas dalam balutan diskusi santai yang menghadirkan Ade Darmawan (Direktur Ruangrupa), Asikin Hasan (Kurator Galeri Nasional Indonesia) sebagai pembedah buku  dan Citra Smara Dewi (Kurator Galeri Nasional...

Meraba Buah Pikir Priyanto Sunarto

Catatan-catatan Pri dapat dibaca sebagai penanda perkembangan zaman dunia desain. Melalui ceritanya kita bisa melihat bagaimana teknologi yang minim berkembang menjadi canggih untuk memudahkan penggarapan desain. Judul: Pri S.: Serumpun Tulisan Penerbit: DGI Press Tahun terbit: 2016 Tebal: 223 halaman “Desain melengkapi kehidupan sesuai dengan makna yang dibangun budaya masyarakatnya.” (Pri S.: Serumpun Tulisan, hal 37). Buku yang disusun oleh...

Kisah Istimewa Harijadi Sumodidjojo

Peralihan kekuasaan politik dari satu rezim ke rezim lainnya bisa mempengaruhi keberlangsungan karya seni dan menghilangkan spirit berkarya seorang seniman. Setidaknya hal itu yang dialami oleh Harijadi Sumodidjojo, seorang seniman besar di era orde lama. Bersama Sudjojono dan Surono, Harijadi Sumodidjojo adalah figur sentral organisasi Seniman Indonesia Muda (SIM) yang pada tahun 1957 diminta...