25.3 C
Jakarta

Events

Prosa Melayu dan Dunia Binatang di Kanvas Juhari Said

Awalnya, cukilan kayu seniman grafis asal Malaysia ini cenderung fokus pada garapan teknik. Kini, karya-karyanya hadir dengan teknik yang lebih rumit, goresan lebih detail, dan konten mendalam. Dua ekor anjing Dalmatian berdiri tegak saling membelakangi, bertumpu pada kedua kaki belakangnya. Seburat garis merah memisahkan mereka bagai sebuah cermin. Di sisi lain ruangan, moncong seekor...

Forum Kepala Museum Seni Rupa se-Asia Sepi Peminat

Peserta forum yang hadir cukup berkualitas. Sayang diskusi berjalan ‘biasa-biasa’ saja. Untuk pertama kali sejak diresmikan pada tahun 2006 di Beijing-China, Indonesia menjadi Negara tuan rumah pertemuan tahunan bagi para Kepala/Direktur Museum Seni Rupa di seluruh Asia – Asian Art Museum Director Forum (AAMDF) 2013. Parhelatan akbar yang berlangsung pada 13-17 November 2013 ini, dihadiri...

Pergulatan Idealisme Antarkan Isur Menangkan Kompetisi Lukis UOB 2013

Lukisannya mengusung isu plagiarisme, namun orisinil. Tak ada faktor desain grafis ataupun fotografi. Spontanitasnya lah yang mengantarkan Suroso Isur menjadi pemenang kompetisi lukis UOB tahun ini. Sang seniman terduduk lelah di atas sebuah kursi dengan sehelai kain putih menutupi matanya. Ia seakan tak menggubris dua perempuan molek yang berdiri dihadapannya. Salah seorangnya tampak anggun...

Rangkaian Mural Gigin di Sepanjang Dinding Kios Kopi

STARBUCKS menggandeng seniman Gigin Ginanjar untuk membuat mural bertema kopi di dinding-dinding  Starbucks seluruh Indonesia, mulai dari store Starbuck Grand Indonesia, Megaria Metropole, Rest Area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek, hingga Kedutaan Amerika. Tercatat sejak  November 2013 lalu, Gigin telah melukis bersama kedua temannya dari Studio Hanafi di 32 kios kopi asal Seattle, Amerika ini yang...

Gede Mahendra Yasa: Jenuh Terus Mengekor

Ia berdiri di area abu-abu. Antara seni rupa kontemporer dan tradisional. Kini, ia mencoba menjembataninya. Lahir di pulau dewata Bali, tak berarti karya-karya lukis Gede Mahendra Yasa kental citra rasa “seni lukis Bali” yang penuh naratif, tahapan/lapisan, dan detail yang rumit. Karya-karyanya justu sangat kontemporer dengan teknik realis yang mengedepankan pemikiran dan konsep. Namun...