fbpx
35.1 C
Jakarta

Performance Art

Ketika Koruptor Pamit Pensiun

Bayangkan bila para koruptor di Indonesia mengaku kalau dirinya korupsi. Sang anak dan istri mungkin akan panik karena memikirkan keruntuhan masa depan mereka pasca pengakuan tersebut. Atau, akan panik karena baru tahu bahwa selama ini dinafkahi dari hasil korupsi. Bisa jadi. Di pentas teranyar Indonesia Kita, lakon “Koruptor Pamit Pensiun” menghadirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi...

Macbeth dan Ramalan yang Fana

Perempuan berbaju merah itu mendekap hati sapi sebesar bantal kursi. Perlahan ia mundur ke sisi belakang panggung, lalu diam di tempat. Rambutnya yang hitam berponi dipotong rapi hingga bawah telinga. Sosoknya sekilas mengingatkan penonton pada boneka kokeshi, yang dalam kebudayaan Jepang menjadi simbol penghargaan atas kematian. Kematian siapa yang akan kita saksikan di atas...

Sebuah Refleksi dari Kompleksitas Jiwa David Gheron Tretiakoff

Salah satu adegan dalam pertunjukan David Gheron Tretiakoff, ketika dia bercukur sampai mengucurkan darah
Kehidupan selalu memberikan pengulangan terhadap rutinitas itu-itu saja yang membuat manusia itu sendiri muak dengan jadwal monoton yang harus dilakukannya terus menerus demi eksistensi hidup. Dalam kemonotonan hidup tersebut, ketakutan demi ketakutan membayangi perjalanan hidup kemanusiaannya. Sampai kapan dia akan terus mengulang aktivitas yang sama, bagaimana kalau dia berhenti dan mencoba melakukan hal berbeda? Pengulangan ritme...

“Membedah” Sosok Chairil Anwar Lewat Empat Perempuan Istimewa Dalam Hidupnya

Reza Rahadian sebagai Chairil Anwar dan Marsha Timothy sebagai Ida
"Padahal slogan Bung ayo Bung yang dipopulerkan Chairil Anwar itu terinspirasi dari ajakan para pelacur di jalanan.." kata Ahda Imran salah satu dari tiga penulis naskah "Perempuan-perempuan Chairil" dalam press conference pertunjukan tersebut, Selasa (31/10) di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, West Mall Grand Indonesia Jakarta. Secara personal Ahda Imran mengakui kekagumannya pada sosok penyair pelopor Angkatan 45...

Opera Kecoa dan Mimpi Kaum Papa di Balik Tawa

Teater Koma sukses memberi hiburan yang menggelitik, sekaligus renungan tentang memanusiakan para kecoa yang terpinggirkan. Julini si Waria rela melakukan apa saja demi Roima, kekasih hatinya. Mereka berdua kembali ke Jakarta dengan harapan bisa hidup layak meski membanting tulang.Sayangnya geliat manja dan perhatian Julini ternyata tak cukup bagi Roima, yang masih mengharapkan cinta perempuan tulen...