25.7 C
Jakarta

Performance Art

Cara Tubaba Merayakan Keberagaman

tari nenemo di tugu rato
Di bawah rapatnya gerimis selepas isya, 33 penari Nenemo bercaping memainkan tongkat bambu mereka di seperempat lingkaran Tugu Rato, Tubaba. Musik pengiring yang dikomposisi Lawe Samagaha dan dimainkan Sanggar Marga Kencana terdengar tak berupaya dominan dibanding suara tongkat ketika serempak dientakkan ke tanah. Tak ada lampu sorot khusus ke penari layaknya di panggung pertunjukan, hanya lampu...

Opera Kecoa dan Mimpi Kaum Papa di Balik Tawa

Teater Koma sukses memberi hiburan yang menggelitik, sekaligus renungan tentang memanusiakan para kecoa yang terpinggirkan. Julini si Waria rela melakukan apa saja demi Roima, kekasih hatinya. Mereka berdua kembali ke Jakarta dengan harapan bisa hidup layak meski membanting tulang.Sayangnya geliat manja dan perhatian Julini ternyata tak cukup bagi Roima, yang masih mengharapkan cinta perempuan tulen...

Tiga Narasi Asia Tenggara dalam Asian Three-Fold Mirror

Merpati mempersatukan keduanya. Dua generasi, dua negara. Dari keberadaan binatang peliharaan itulah seorang pensiunan tentara Jepang, menerima persahabatan yang diberikan pembantu rumah tangganya. Di hari tuanya yang sepi, jauh dari negaranya, jauh dari anaknya, lelaki tua itu kembali merasakan makna keluarga. Mengambil judul Pigeon, sutradara Isao Yukisada mengetengahkan tema yang bisa dikatakan sangat relevan dengan...

Merayakan Seni Pertunjukan di SIPFest 2016

Gelaran Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) akan hadir sepanjang 1 Oktober-6 November 2016 mendatang. Perhelatan ini sebelumnya bertajuk Festival Salihara, yang sudah berlangsung lima kali sejak 2008. Tahun ini, SIPFest akan menghadirkan 14 penampil dari pentas tari, musik, dan teater karya seniman Indonesia, Jerman, Norwegia, Kanada, Austria, Inggris, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Malaysia. Sebagian...

Tentang Risiko Mencintai Penyair

Jatuh ke pelukan perempuan yang satu dan yang lainnya. Pertengkaran demi pertengkaran yang penuh dengan kutipan puisi adalah penampakan yang terlihat dalam Perempuan-perempuan Chairil yang dimainkan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki 11-12 November 2017. Kau seperti seniman-seniman yang lain, senang menjadi pusat perhatian... Kau buru perempuan tapi tidak pernah menangkap hatinya... Aku ingin menunggu ajal di...