Garis dan Distorsi Wayan Sunadi

0
184
I Wayan Sunadi
I Wayan Sunadi, "Mystery of Sunglasses", 140x200 cm, mixed media on canvas, 2013. (Dok. I Wayan Sunadi)

Karya-karya Wayan Sunadi adalah elaborasi fenomena masa kini. Sebuah refleksi kritis zaman.

I Wayan Sunadi adalah seniman lintas disiplin, pemahat dan pematung. Karya pahatnya bermain dengan bentuk-bentuk tubuh manusia. Ia seringkali memadukan unsur budaya Bali dan kontemporer.

Lukisannya mudah dikenali dengan karakter semi abstrak-figuratif dan perpaduan bentuk-bentuk kubus. Objek-objeknya terlihat seakan terdistorsi dengan sapuan kuas tipis nan akurat. Ia juga tak ragu menarik garis-garis yang tegas pada bidang, membaurkannya pada setiap transisi objek yang terdistorsi.

Baca juga Abstraksi Puitis Mahendra Mangku

Di samping itu, Sunadi selalu memasukkan atribut-atribut keduniawian, semisal :televisi, kaca mata, dan apapun yang kerap dimiliki manusia masa kini. Objek-objeknya juga dilukiskan dengan ekspresi subtil yang jenaka. Sekiranya, ini adalah parodi kritis Sunadi terhadap manusia dan budaya kontemporer.

Kelompok 11. Kelompok Sebelas, SDI, Sanggar Dewata
Kelompok 11 (ki-ka) Putu Sutawijaya (kaos coklat), Ida Bagus Krisna, Made Sumadiyasa, Pande Ketut Taman, Sukari (jaket putih), Teguh Ritma Iman (belakang Sukari), Dewa Kompyang Setiawan (kiri Iman),Made Wiradana (kiri Sukari, jaket hitam), Ketut Tenang, Wayan Sunadi, Mahendra Mangku (duduk). (Dok. Teguh Ritma Iman)

Salah satu karya pentingnya adalah Mystery of Sunglasses (2013) yang melukiskan sisi lain manusia kontemporer yang acuh secara jenaka. Kini, lukisan Sunadi lebih banyak bervariasi pada permainan cat air dan teknik pointilisme, kertas, krayon, dan juga tinta.

Sunadi adalah anggota Kelompok 11 dan Spirit 90 Sanggar Dewata Indonesia. Bersama rekan-rekannya di SDI sukses menggelar pameran yang menciptakan “bom senirupa”. Pameran tersebut mampu menciptakan harga lukisan dengan rentang harga Rp.15 juta—Rp 25 juta.

Masih aktif mengadakan pameran dengan kelompok 11. Karya-karyanya seringkali merefleksikan fenomena zaman.

Baca juga Berteguh Iman pada Tebaran Daun

I Wayan Sunadi
I Wayan Sunadi. (Dokpri. I Wayan Sunadi)

I WAYAN SUNADI

Lahir: 28 Januari 1969

Pendidikan: SMSR Negeri Denpasar (1990), ISI Yogyakarta (1995)

Pameran Penting

Pameran pertama: Pameran Sanggar Dewata Indonesia di Art Center Denpasar, Bali (1990)

Pameran terakhir: Pameran “Karya Sang Juara” bersama Yayasan Seni Rupa Indonesia, Gallery Nasional – Jakarta (2012).
Baca juga Karya Monumental hingga Refleksi Sinis Pande Ketut Taman

Penghargaan

  • 2011    “Pelukis Terpujikan” dari Museum Rudana, Ubud, Bali
  • 1995    10 Besar Philip Moris Indonesia Art Award
  • 1995   Penghargaan dari Ibu Tien Soeharto dalam rangka lomba lukis tingkat ASEAN di Jakarta
  • 1991   Lukisan Cat Minyak Terbaik dari ISI Yogyakarta
  • 1991   Lukisan Cat Air Terbaik dari ISI Yogyakarta
  • 1991 Penghargaan dari Menpora Akbar Tanjung dalam rangka Sumpah Pemuda di
    Jakarta

Milestone

Penghargaan 10 Besar Philip Moris Indonesia Art Award dengan karya berjudul Figure Primitive. Penghargaan ini diinisiasi oleh Yayasan Philip Moris dan menghadirkan beragam seniman ASEAN untuk berkompetisi.

Saat ini, I Wayan Sunadi menjabat sebagai ketua SDI (Sanggar Dewata Indonesia).

I Wayan Sunadi
I Wayan Sunadi, “Figure Primitive”. (Dok. I Wayan Sunadi)

Karya Penting

Figur Primitif (1995)

The Lifestyle

Mystery of Sunglasses (2013)

Sebuah Parodi

Baca juga Putu Sutawijaya dan Spektrum Spiritual Karyanya

Kolektor

Agung Rai

Tony Raka

 

Perupa yang dikagumi

Sudjojono

Affandi

HendraGunawan

I Made Djirna

I Nyoman Gunarsa penutup_small